S1 Gizi Universitas Airlangga
Pesatnya kemajuan dan perkembangan ilmu gizi, sejalan dengan ilmu kedokteran dan kesehatan, institusi pendidikan gizi yang dimulai dari program D1 kini telah mengalami kemajuan yang pesat mengikuti perkembangan didunia kesehatan hingga pada tahap pendidikan sarjana (S1) bahkan doctor (S3). Tuntutan kana perkembangan ilmu gizi tidak hanya terbatas pada taraf akademis saja, melainkan juga pada taraf profesi. Hal ini sebagai implikasi dari ikut meningkatnya standar pelayanan dan kualitas dunia kesehatan serta semakin kompleksnya masalah kesehatan terkait pangan dan gizi yang dihadapi manusia dalam beberapa dekade mendatang, termasuk Indonesia.
Salah satu kendala yang dihadapi adalah terbatasnya jumlah tenaga gizi yang ada dalam unit pelayanan gizi (Idealnya 18 per 100.000 penduduk) dan kurangnya sesuainya kompetensi tenaga gizi yang ada dalam lingkup permasalahan ataupun program yang berkembang, idealnya FKM Unair sebagai salah satu institusi penyelenggara pendidikan tinggi dibidang kesehatan yang terkemuka diindonesia, siap turut adil dalam memenuhi kebutuhan tenaga ahli gizi, maka diselenggarakan pendidikan akademik strata 1 (S1) sarjana ilmu gizi.
Visi :
MISI :
- Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang inovatif, berwawasan kewirausahaan dan berlandaskan moral agama.
- Menjadi rujukan atau referensi pendidikan gizi di wilayah Indonesia timur
- Menjadi pusat kajian gizi perkotaan bertaraf nasional, regional maupun internasional.
- Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia dalam pengembangan iptek bidang gizi.
- Membangun kemitraan dan jejaring bidang gizi level lokal, nasional, regional dan internasional
- Menghasilkan lulusan Sarjana Gizi yang proaktif, inovatif dan profesional
- Menghasilkan penelitian bidang gizi yang mendukung pengembangan IPTEKKES oleh dosen dan mahasiswa
- Menerapkan pengetahuan dan teknologi bidang gizi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat
- Melaksanakan proses pembelajaran secara efektif, efisien, berkelanjutan dan memiliki daya saing dalam suasana akademik yang kondusif
- Menyediakan sumber daya yang mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi di bidang gizi
- Terwujudnya kemitraan dengan pemangku kepentingan yang saling mendukung baik di tingkat nasional maupun internasional.
STRUKTUR KURIKULUM DAN KOMPETENSI
Struktur Kurikulum Program Studi S1 ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga disusun berdasarkan :
- UU No. 20 Tahun 2003 (LN No. 78 Tahun 2003), tanggal 8 Juli 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.
- PP No. 60 Tahun 1999 (LN No. 115 Tahun 1999) tanggal 24 Juni 1999, tentang Pendidikan Tinggi.
- Keputusan Mendikbud RI No. 0372/O/1993 dan Ralatnya No. 70539/A6.1/U/1993, tentang Pembukaan FKM serta F. Psikologi pada Unair, Jo. Keputusan Mendikbud RI No. 0192/O/1995, sebagaimana telah diubah/ditambah dengan Keputusan Mendikbud RI No. 0276/O/1996 tanggal 12 September 1996 tentang organisasi dan tata kerja Unair.
- Keputusan Mendikbud RI No. 232/U/2000, tanggal 20 Desember 2000, tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
- SK Menteri Kesehatan No. 374 tahun 2007 tentang Standar Profesi Gizi terutama terkait Kurikulum Nasional Pendidikan Sarjana Gizi (Kurikulum Inti)
- Pedoman Pendidikan Universitas Airlangga.
Kurikulum Program Studi S1 ilmu Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga disusun dengan memperhatikan kesesuaian dengan visi misi Universitas Airlangga, Fakultas Kesehatan Masyarakat, maupun Asosiasi Institusi Pendidikan Gizi Indonesia (AIPGI). Karenanya kurikulum Program Studi S1 Ilmu Gizi Universitas Airlangga mengacu pada visi, misi, sasaran dan tujuan Universitas Airlangga maupun kesepakatan AIPGI.
Kurikulum program studi S1 Ilmu Gizi di FKM Unair disusun dengan mengacu pada visi, misi, dan tujuan Program Studi S-1 Ilmu Gizi di FKM dan dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi sebagai berikut :
- Kompetensi utama lulusan
- Mampu melakukan penilaian status gizi individu, kelompok dan masyarakat (nutritional assessment skill)
- Mampu melaksanakan penelitian dan memutakhirkan diri dalam perkembangan ilmu dan teknologi bidang gizi (research and appraisal skill)
- Mampu melaksanakan pelayanan serta intervensi pangan dan gizi bagi individu, kelompok dan masyarakat melalui kerjasama lintas sector, lintas disiplin dan lintas profesi (nutrition intervention and food services skill)
- Mampu melakukan kegiatan advokasi dalam menangani masalah gizi (advocacy skill)
- Kompetensi pendukung
- Mampu melakukan komunikasi yang efektif tentang materi dan kasus gizi dalam berbagai media komunikasi
- Mampu menggunakan software statistik dan gizi dalam menganalisis data
- Mampu melakukan presentasi hasil penelitian tentang materi dan kasus gizi dengan menggunakan bahasa Inggris
- Mampu berkolaborasi dengan sesama profesi kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi kepada masyarakat
- Kompetensi khusus
- Mampu memberikan konsultasi dietetik terkait dengan masalah kesehatan dan atau kebutuhan gizi masyarakat perkotaan
- Mampu menyajikan karya ilmiah yang diperoleh dari hasil lapangan dalam bentuk tertulis dalam jurnal ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional
- Mampu menerapkan ilmu dan ketrampilan di bidang pangan dan gizi dalam kegiatan wirausaha.
Jumlah sks Program Studi S1 Ilmu Gizi
Jumlah sks Program Studi S1 Ilmu Gizi sebesar 146 sks.
